UNGKAPAN, MAJAS, DAN PERIBAHASA.
A. UNGKAPAN
ungkapan adalah gabunga kata yang membentuk arti/makna baru yang bersifat konotasi (bukan makna sebernarnya).
makna idiom atau ungkapan tidak dapat diaartikan secara langsung atau sebernarnya, karena tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya.
contoh:
1. bertekuk lutut = menyerah
2. jago merah = api dalam kebakaran
3. buah tangan = oleh oleh
B. MAJAS
~ Majas adalah gaya bahasa atau bahasa kias dengan pemilihan kata yang tidak secara langsung menyatakan makna sebenarnya untuk memperoleh efek tertentu dalam melukiskan sesuatu.
~Majas merupakan ciri khas bahasa penulis dalam menyampaikan perasaan melalui media bahasa.
~Jenis majas dapat dibagi menjadi majas perbandingan, penegasan, sindiran, dan pertentangan.
a. Majas perbandingan
1. metafora yaitu majas yang membandingkan dua hal secara langsung sehingga dapat membentuk suatu pengertian baru.
contoh: dia dijadikan kambing hitam = pembuat masalah
2. metonimia yaitu majas yang memakai nama hal yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal sebagai penggantinya.
contoh : ayah naik garuda ( Garuda = pesawat garuda)
3. hiperbola yaitu suatu gaya bahasa yang membesar-besarkan sesuatu secara berlebihan.
contoh : pidatonya berapi api, dia pun sangat kaget dan hampir mati.
4.personifikasi yaitu gaya bahasa yang mengungkapkan benda mati seolah - olah hidup seperti manusia contoh : matahari telah bangun dari tidurnya.
5. litotes yaitu majas yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan maksud merendahakan diri.
contoh: inilah gubuk yang kami tinggali sehari-hari
b. Majas penegasan.
1.retorika yaitu majas yang menggunakan kata - kata yang memerlukan jaaban untuk melukiskan suatu keadaan karena biasanya jawaban sudah diketahui oleh umum.
contoh: siapa yang tidak ingin memiliki suami yang kaya dan tampan.
2. klimaks yaitu gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin menggandung penekanan atau makin meningkat kepentingannya dari gagasan atau ungkapan sebelumnya.
contoh; saya berharap dapat tumbuh menjadi orang yang bergua bagi saudara, orang tua, nusa, bangsa, dan negara.
3.Repetisi yaitu majas yang melukisakan keadaan dengan pengulangan kata - kata dalam prosa.
contoh; bajumu kotor, sandalmu kotor, rambutmu pun kotor. sekali merdeka tetap merdeka.
c. Majas sindiran.
1. Ironi yaitu gaya bahasa bentuk sindiran secara halus. contoh: Rapi juga tulisanmu, sampai tidak bisa kubaca.
2. Sinisme yaitu Majas yang bersifat mencemooh atau kesangsian yang mengundang ejekan, Majas ini mirip dengan majas ironi, namun majas ini lebih kasar. Contoh: anda benar benar hebat, sampai pasir di gunug sahara pun juga bisa anda hitung.
3.sarkasme yaitu majas yang menggunakan bahasa atau bentuk sindiran secara kasar. contoh : Aroma badanmu mebuatku mual..!!
d. Majas pertentangan.
1. paradoks yaitu majas yang menyatakan hal yang seolah-olahbertentangan dengan keadaan yang ada. contoh : budi merasa kesepian di tengah keramaian kota.
2. antitesis yaitu pengungkapan dengan menggunakan kata - kata yang berlawanan arti satu denga arti yang lainnya. contoh : kaya atau miskin yang penting aku mencintainya.
3. kontradiksi interminus yaitu pernyataan yang bersifak menyangkal hal yan telah disebutkan pada bagian sebelumnya. contoh :semua benda terselamatkan, kecuali boneka kesayangan Nina yang hanyut terbawa banjir.
C. PERIBAHASA.
peribahasa adalah suatu kiasan bahasa yang berupa kalimat atau kelompok kata dengan susuanan yang tetap, bersifat padat, dan ringkas.
peribahasa berisi tentang norma, nilai, nasihat, perbandingan, perumpamaan, prinsip dan aturan tingkah laku.
contoh : Malu bertanya sesat dijaln.
(kalau tidak mau berusaha, tidak akan memdapat keberhasilan)
BY Richard Tandi Pranata